by Himesha OnewTeukielf Kurosaki
OneShoot FF
Genre : romantic sad story
Cast :
* Kim Joong Ma
* Park Min Hwa
Bulan purnama hari ini apa akan menjadi bulan purnama terakhir yang akan aku nikmati di dunia ini atau aku masih diberikan kesempatan untuk menikmati keindahannya lagi suatu saat. Aku hatap aku masih bisa menikmatinya dengan seseorang yang aku sayang senyum yang terkembang akan selalu menghiasi setiap hari terindahku
Min Hwa menekan tombol save di aplikasi word miliknya kemudian meregangkan badannya yang seharian berhadapan dengan laptop didepannya
“Min Hwa~ya .. jangan terlalu sering berkencan dengan laptopmu kapan giliranku??seru Joong Ma kekasihnya
“mianhae chagiya, tapi novel ini sudah mau masuk limit terbitnya jadi mau tidak mau aku harus segera menyelesaikannya,”jelas Min Hwa
“aigoo .. sehari saja kau temani aku yach,”Joong Ma memeluk tubuh mungil kekasihnya yang masih saja setia dengan di depan laptopnya.
“kenapa kau jadi romantic seperti ini, kau kerasukan dimana?”guraunya
“ishhh ... aku romantis salah, aku dingin salah! Terserahlah aku mau tidur dulu, padahal aku kita hari ini akan menjadi malam yang istimewa ,”gimam Joong Ma
“Joong Ma~euisa, jangan marah yach, aku bercanda .. hari ini aku milikmu chagiya!”senyum manis di bibir Min Hwa membuat suasana kembali hangat.
Bulan memang takkan pernah hilang akan tetapi taga dan ingatan seseotang akan hilang seiring bergantinya bulang waktu demi waktu yang berjalan, pancaran silau putih yang indah bagaikan kilau hati seseotang bidadari yang terpesona, cinta yang abadi yang akan selalu menghiasi hati dan jiwa seseorang.
“Hai ...annyeong, ternyata dia belum bangun .. hemmmm dia chagiyaku, bibitnya yang merah, garis wajahnya yang kaku, badanya yang berisi, tambutnya yang hitam .. hahhhaku semakin mencintaimu!”kagum Min Hwa dalam hati
“apa kau akan selalu memandang wajahku seperti ini jika kita selesai bercinta?”goda Joong Ma dengan mata setengah tertutup
“mwo .. ha ha ha ...”!!!”wajah Min Hwa yang putih langsung bersemu merah mendengar perkatan dari Joong Ma “aku bangun dulu, aku harus ke tempat editor hari ini,”sambungnya kemudian beranjak dari tempat tidur
“5 menit lagi .. aku masih ingin memelukmu 5 menit lagi!”seru Joong Mamemeluk erat kekasihnya
Setiap orang pasti yakin akan semua yang hendak dilakukan, tapi ada kalanya apa yang direncanakan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan tapi aku selalu yakin rencana yang Tuhan berikan adalah yang terbaik untukku dan untuk semua.
“wahhhhhh benarkah Ahjussi .. novelku diterima, omoooo, gomapseumnida Ahjussi!”seri Min Hwa saat mengetahui novel perdanya akan segera di terbitkan oleh penerbit terkenal di Korea
“sungguh, kau penulis berbakat, karyamu wajib untuk dibaca semua orang, kau bisa pergi sekarang, aku sendiri yang akan memberitahumu jika 300 eksemplar pertama telah ready stock!”jelas sang Editor
“ne .. gomapseumnida,” . “aku harus member tahu Joong Ma,”batinya. Min Hwa mengambil ponsel didalam tas miliknya dan menekan call nama “Jong Ma euisa”
“annyeong,”jawab Joong Ma
“chagiya ,, aku punya berita bagus!”seru Min Hwa
“aku juga m tapi sebelumnya aku juga ingin minta pendapatmu!”
“ne .. kita bertemu Bazies Cafe saat makan siang,”
“arraso .. 15 menit lagi aku tiba!”
“hai . sudah lama menunggu??”Tanya Joong Ma menghampiri Min Hwa yang asyik bermain laptop miliknya
“hai, belum terlalu lama, ice creamku saja belum habis!”
“huhh dingin!”seru Joong Ma saat memakan sesendok ice cream milik Min Hwa
“aku punya berita bagus!”seri mereka berdua serempak
“ha ha ha .. oppa terlebih dahulu!”
“tidakkk .. ladies first!’
“jinja .. hemmmm akhirnya novelku dicetak awal 300 eksemplar, bagaimana menurutmu oppa, huwaaa aku akan terkenal!!”seru Min Hwa bangga
“jinjayoo ? selamatm tidak sia-sia kau mengacuhkan aku selamaini!!”goda Joong Ma
“oppa .... lalu apa yang oppa ingin katakana??”
“aku mau Tanya? Kau suka anak kecil kan!”
“ne .. memangnya ada apa dengan anak kecil?”
“3 hari yang lalu pasienku meninggal akibat kecelakaan, mereka ingin anak mereka aku asuh........”belum selesai Joong Ma berbicara Min Hwa memotong kata-katanya
“oppa ingin bilang mau mengadopsinyakan,”sorot mata Min Hwa berubah seketika
“ne .. kau mengijinkan ??”
“Joong Ma~euisaku tersayang .. tentu saja aku setuju, huwaaa jadi tidak sabar, aku yang berusia 22 tahun akan menjadi seorang umma!”seru Min Hwa
“hahaha .. aku yang masih 26 tahun akan jadi seorang appa,”gutau Joong Ma
“ishhh .. kalau oppa pantas! Haduhhh aku tidak sabar bertemu dengan dia, siapa nama dia oppa ??”
“para suster dirumah sakit member nama dia Sung Ja, ketika aku mengadopsinya aku memberinya nama Kim Sung Ja, bagaimana menurutmu?”
“aku setuju!”
“kau pulang dan isturahatlah terlebih dulu, nanti pukul 5 aku akan bawa Sung Ja ke apartement kita!”
“ne oppa .. arraseo!”
Bunga tang baru mekar memancarkan keindahan tersendiri bagi siapapun yang memandang, jiwa baru pun telah tiba, jiwa lama perlahan-lahan pergi menghilang tanpa jejak ke alam nyata.
Ting Tong .......
“annyeong oppa .... huwaaaa annyeong Sung Ja, oppa kenapa dia tidak mau manatapku!”seru Min Hwa yang melhat Sung Ja bersembunyi dibalik kaki Joong Ma
“he he he .. dia kan pertama kali bertemu denganmu, jadi wajar dia sedikit takut denganmu!”
“Sung Ja, kemarii .. tidak perlu takut!”Sung Ja yang awalnya malu-malu kemidian perlahan menuju kearah Min Hwa “oppa aku pantas tidak jadi umma,”sambungnya sambungnya sambil menggendong Sung Ja
“pantas, makanya kita menikah kemudian punya anak sendiri,”kata Joong Ma sambil melepas kemejanya
“Sung Ja . ayo kita main,, kau bisa bilang Min Hwa umma??”seru Min Hwa tanpa memperdulikan kata-kata Joong Ma
“selalu saja .... kebiasaanya mengalihkan pembicaraan saat aku membahas pernikahan!”batin Joong Ma “aku mandi dulu!”
“ne oppa .....”setengah jam berlalu Joong Ma melihat Min Hwa tertidur di samping Sung Ja yang sesekali menggerakkan bibit mungilnya.
“hemm .. mereka berdua seperti adik dan kakak!”Joong Ma pun tertidur disamping mereka berdua.
Mentari pagi seakan member kehidupan baru bagi semua yang merasakannya, diiringi sambutan dari burung camar yang bernyanyi menambah suasana hati.
“Sung Ja .... Min Hwa umma!”kata Min Hwa mengeja kata demi kata kepada balita 3 tahun tersebut
“Sung Ja .. Joong Ma appa!!”Joong Ma pun tak mau ketinggalan
“ahhh oppa .. biarkan dia belajar memanggil umma terlebih dahulu!”seloroh Min Hwa
“kenapa harus seperti itu,”
“um-ma .. ap-pa!”Sung Ja membuka bibir mungilnya dan membuat kedua orang tua angkatnya tersenyum lebar
“oppa ... oppa dengarkan!!”
“ne .... Sung Ja . kau anak pintar!!”
“ap-pa .. khekhekheke!”Sung Ja tetap asyik dengan teddy bearnya
Bunga mawar melambangkan sebuah keindahan, mawar merah juga menandakan sebuah cinta yang tulus, menandakan cinta sejati yang datang dari hati terdalam.
“aigooo...kepalaku sakit sekali .. padahal aku harus menemui editor hari ini ... come on Min Hwa fighting,”seru Min Hwa
“Min Hwa kau tidak apa-apa.. kenapa pucat sekali?”seru Editor
“hah .. tidak apa-apa Ahjussi .. aku hanya kelelahan!”jawab Min Hwa “aku sudah selsai tanda tangan, aku permisi dulu, annyeong Ahjussi!”sebelum sempat membuka pintu Min Hwa terjatuh dan pingsan di tempat itu
“Min Hwa terkena leukimia Joong Ma dan menurut hasil lab sudah stadium akhir dan nyawanya paling lama akan bertahan 3 bulan kedepan!”jelas Jang euisa
“anda tidak salah kan ...... aku mohon periksa ulang aku mohon katakan dia hanya kelelahan!!”seru Joong Ma sambil terisak
“mianhae Joong Ma ,,,, mianhae .. temuilah dia dan aku minta tolong jaga dia!”
“heo gadis jelek, kenapa kau bisa pingsan hah???”kata Joong Ma setengah bergurau
“hiks hiks ... oppa mianhae membuatmu khawatir!”seru Min Hwa
“jangan berkata apapun, aku hanya ingin memelukmu dan memelukmu my Princess Min Hwa!”
“oppa ... sudah lama oppa tidak memanggilku seperti itu....”airmata Min Hwa semakin deras mengalir di wajahnya
“kenapa kau menangis??”
“aku tidak mau kehilangan oppa, aku tidak mau berpisah dengan oppa, tidak mau!”
“kita tidak akan pernah terpisah, aku yakin aku akan mencari donor sumsum yang tepat untukmu aku yakin itu, percayalah padaku!”
“oppa aku takut!”
Lembaran hitam yang sering dihindari oleh setiap otrng takkan bisa lagi menghindarinya jika kita sudah ditetapkan untuk menerimanya, hanya ada satu pertanyaan ,,, apa yang harus kita lakukan ? menghadapinya atau menghindarinya
“euisa .. aku ingin mengajukan satu permintaan padamu, aku mohon dengan sangat!”pinta Min Hwa
“Min Hwa .. hari ini bukan jadwalmu untuk melakukan kemoterapikan ??”
“aku tahu ... Jang~euisa, aku hanya mau meminta satu hal pada anda!”
“apa ??”serelah mendengar penjelasan dari Min Hwa, Dokter Jang sangat terkejut mendengarnya, ekspresinya pun berubah 180 derajat “apa kau gila !!!! kenapa kau mau melakukan itu, Joong Ma sangat yakin kau bisa sembuh!”
“Euisa .. kumohon sekali saja,”dengan berbagai alasan akhirnya permintaan Min Hwa dipenuhi oleh Jang~euisa
3 bulan kemudian
Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akhirnya akan jatuh juga, sebuah perumpamaan yang benar adanya, tanpa ragu banyak perumpamaan yang benar adanya didunia ini.
“Jang~euisa, bagaimana keadaan Min Hwa!”suata khawatir Joong Ma terdengar dari ponmsel yang dia gunakan
“Joong Ma,semua dokter masuh berusaha menyelamatkannya!”
“tolong selamatkan dia, kumohon .. aku akan secepat mungkin!”
Crashhhh ..... sebuah mobil sport hitam terbalik beberapa kali dan seorang pria tampan didalamnya segera ditolong oleh warga sekitar
“Min Hwa ... dokter tahu permintaanmu sangat konyol, tapi cintamu pada Joong Ma patut aku acungi 2 jempol, kalian memang pasangan serasi, tapi maaf Joong Ma .. aku hanya bisa menyelamatkan salah satu diantara kalian berdua, biarpun Min Hwa tidak disini tapi dia akan selalu ada dihatimu Joong Ma!”seru dokter Jang dihadapan Joong Ma yang tengah tertidur setelah mendapatkan donor jantung dari Min Hwa
Seminggu kemudian
“Joong Ma... Min Hwa ingin kau membacanya setelah dia pergi, sepertunya dia tahu jika dia akan meninggalkanmu!”
“gomawo hyung!”
“kembalilah ke Joong Ma yang aku kenal, karena aku tahu Min Hwa juga tidak ingin melihatmu seperti ini !”Joong Ma membuka selembar kertas yang ditulis dengan tinta biru itu.
Dear my Euisa
Annyeong yerobo ... aku kangen he he he ......tapi juka kau sudah membaca surat unu berarti aku sudah bertemu ayahmu dan ibuku di surge, akhh kenapa aku bilang surga ,, seharusnya aku bilang tempat yang paling indah.
Aku Cuma ingin bilang, aku tidak akan pergi kemanapun, kenapa ?? karena hatiku akan selalu ada dihatimu, setiap hembusan nafasku akan mengiringi setiap hembusan nafasmu, aku akan manjadi denyut nadimu dan juga akan selalu menjaga jiwamu.
Joong Ma oppa jaga Sung Ja, jangan lupa memberinya makan dan juga jangan salah lagi antara gula dan garam bisa-bisa dia sakit. Huwaaaa ....oppa sebenarnya aku ingin menulis banyak sekali seperti aku menulis novel tapi rasanya aku sudah lelah .. aku sudah bosan menulis, aku hanya ingin mengatakan
I SAY I LOVE YOU
Gomawo oppa karena sudah mencintaiku
Gomawo karena sudah bersedia ada di hatiku, dan juga
Gomawo telah menjadi belahan jiwaku
Your Princess
Park Min Hwa
Air mata yang jatuh takkan pernah kembali lagi, sebuah nada dan alunan yang seirama detak jantung akan selalu mengisi kehidupan semua manusia, hati dan perasaan akan menyatu jika kita mengharapkanya akan bersatu
THE END
This first novel for my lovely Kim Joong Ma and my Angel Kim Sung Ja keep smile without me beside you
Min Hwa-Park
Air mata Joong Ma kembali menetes setelah membaca halaman terakhir novel karangan Min Hwa, akan tetapi suara mungil membuyarkan semua kesedihanya
“ap-pa....”
“Sung Ja .. ayo kita main.. appa baru saja membelikanmu mainan baru!”
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar