Saat aku membuka mata, dan mengecheck ponselku, ternyata sudah ada 2 message dari teman kuliahku, Kim Eun Bin.
‘Hoy.. Kau ke kampus jam berapa hah?!! Anak – anak udah pada nungguin tahu!!!’
“ASTAGA!!! Aku lupa kalau ada tugas kelompok hari ini!!!”, ucapku yang langsung loncat tempat tidur.
Setelah beres – beres, aku pun langsung ke kampus tanpa sarapan. Sampai – sampai, ummaku ngomel – ngomel tapi aku cuekin saja. Aku, Kim Eun Neul kuliah semester 3 di Konkuk University, yang universitas yang bisa di bilang terkenal. Aku saat ini tinggal di apartement dengan kakakku dan ummaku saja. Tapi aku sangat jarang bertemu dengan eonni aku. Soalnya, tiap aku pulang, pasti eonni aku belum pulang. Atau kalau dia pulang, aku sudah tidur.
“Eun Bin… miaaaannnn….Telat bangun….Nunggu dimana kalian semua??”, kataku dengan menelpon sambil membawa buku yang aku pegang.
“Kita nunggu di gedung B. Di tamannya.”, kata Eun Bin.
“Okeh…Okeh.. Lagi on the way nih…”
“Iya, buruan!!”
Karena aku terburu – buru, aku enggak lihat – lihat jalan, jadinya nabrak seorang pria yang memakai topi dan kacamata hitam dan jaket hitam.
“Kau buta apa sengaja menabrakku hah!!”, omel pria itu.
“Mianhae…Aku salah…Aku buru – buru…”
“Pabbo!!”,omel orang itu lagi.
Dan akhirnya, setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit dengan bus, aku tiba di kampus. Dan ternyata teman – teman ku sudah menungguku di taman. Di sana sudah ada Eun Bin, Hye Jae, Hye Ae. Mereka adalah teman – teman kampusku yang bisa dibilang sangat akrab. Kim Hye Jae dan Kim Hye Ae kakak beradik yang kadang membuatku jengkel!! Kalau Eun Bin, sudah dekat denganku sejak aku SMA.
“Heh! Kau pasang alarm enggak sih??”, tanya Eun Bin.
“Pasang sih…Tapi aku males bangun..Hehehe”
“Oh ya, dia kapan datang??”, tanya Hye Ae.
“Tau tuh..Katanya sih bentar lagi.”, kata Hye Jae.
“Siapa sih??”, tanyaku.
“Teman SMAnya Jae..Dia mau kasih pinjam bukunya buat kelompok kita.”, jelas Ae.
“Memang enggak satu kampus sama kita ya??”, tanyaku
“Enggak laahh…Kalau satu kampus mah, ngapain ngantar buku..Tiap hari kan bisa ketemu.”
“Dan katanya, dia model terkenal sekaligus penyanyi ya??”, taya Eun Bin.
“Kau tahu dia??”, tanyaku.
“Tahu kok…Siapa sih yang enggak tahu dia?? Kecuali kau yang kuper!!”
“Sial kau!! Enggak tertarik sama orang – orang yang kayak gitu.”, omelku lagi.
Tak berapa lama kemudian, orang yang dibicarakan dari awal datang juga. Dan ternyata orang itu adalah…Orang yang tabrakan denganku tadi pagi sebelum naik bus!!
“Ki Bum!!!”, panggil Jae.
“Itu orangnya?? Kok beda ya??”, tanya Eun Bin.
“OMMO!!!!”
“Kenapa kau Eun Neul??”, tanya Ae yang melihatku menutup wajahku dengan kedua tanganku.
“Ki Bum, mereka semua teman – temanku. Ini Eun Bin, dan ini Eun Neul. Kau sudah kenal dengan kakakku kan?? Jadi aku tidak usah memperkenalkannya lagi.
“Oh ya…Aku ingat dengan kakakmu. Dia namanya Eun Neul toh??”, tanya Ki Bum menunjukku.
“Iya. Memang kalian sudah pernah bertemu??”, tanya Jae.
“Dia ini cewek linglung kan??”, tanya Ki Bum.
“Memang kenapa dia??”, tanya Ae.
“Pagi – pagi ribut, dan menabrakku sambil membawa buku – buku besar.”
“Jadi kalian pernah ketemu??”, tanya Ae.
“Iya, tadi pagi. Oke, ini bukunya. Tidak ada keperluan lain kan?? Aku masih ada urusan nih.”, jawab Ki Bum.
“Thanks ya..”, kata Jae.
“Kau bodooooohhh!!! Orang kayak gitu, kau enggak sadar kalau kau udah pernah ketemu dengannya.”, kata Eun Bin.
“Mana aku tahu…Aku pikir dia hanya orang sombong aja.”, ucapku membela diri.
“Udah…Udah..Kita kerjakan aja…Waktuku cuma satu jam lagi nih. “, kata Ae.
“Memang kau mau ke mana??”, tanya Jae.
“Ada urusan lagi aku. Tadi aku udah bilang umma kok.”
Satu jam mengerjakan tugas kelompok, kita udah dapat bagian masing – masing untuk di kerjakan dan kemudian dikumpulkan bersama lagi dua hari ke depan. Setelah itu aku pulang dengan Eun Bin. Tapi dia turun duluan di pemberhentian bus yang pertama. Setelah sampai di apartement, aku langsung masuk lift ke lantai 5 tempat apartementku . Saat aku mau masuk, ternyata di sana ada Ki Bum.
“Kau lagi??!!!”, teriakku.
“Kenapa?? Ini kan tempat umum..Lagi pula orang tuaku di sini.”, jawab Ki Bum.
“O..orang tuamu??”, tanyaku.
“Iya. Di 503. Kenapa?? Kau 505 kan??”
“Kau tahu??”
“Apa sih yang enggak aku tahu??”, jawabnya sedikit sombong.
“Dasar orang yang aneh!”, jawabku lagi yang kemudian masuk apartement.
“Apa kepalanya terbentur ya?? Sampai – sampai enggak ingat aku??”, pikir Ki Bum dalam hati.
“Eun Neul, kau bisa buat cake kan?? Tolong buatkan ya..”, kata Umma.
“Mau buat siapa??”, tanyaku.
“Teman umma waktu SMP ternyata tinggal di apartement ini juga. Itu loh…Yang anaknya suka main denganmu dulu waktu kecil. Jung Shi Wa, nama teman umma.”
“Oh..Ahjumma…Aku ingat kok..Tapi aku lupa sama anaknya.”, jawabku.
“Kim Ki Bum… Kamu kan suka main dengannya dulu.”
“Iya ya?? Lupa tuh.”, jawabku sambil membuat adonan kue.
“Iya. Bahkan dulu karena kamu enggak mau ngalah, akhirnya dia ikut – ikutan main masak – masakan juga.”
Sambil aku menunggu cake matang, aku pun mandi.Sementara itu, di waktu yang sama, Ki Bum pamitan pada orang tuanya untuk kembali ke asramanya.
“Eun Neul, cakenya sudah tuh. Setelah kau dinginkan, langsung kau pack dan kasih ke tempat ahjumma ya.”
“Di mana??”
“503.”, kata Umma.
“503?? Bukannya….”, pikirku.
“Permisi..Ahjumma…Ini dari umma.. Cake ini buatan aku loh…Hahaha…Kata Umma, kapan – kapan, ahjumma main ke tempat aku.”
“Wah…Sekarang Eun Neul udah cantik ya…Pintar masak lagi…”, kata ahjumma yang mengajakku masuk.
“Hahha…Enggak sehebat umma kok…”, jawabku merendah.
“Sayang sekali, KI Bum udah pergi.”
“Pergi?? Ke mana??”, tanyaku.
“Pulang ke asramanya.”
“I…Ini..Ki Bum??”, tanyaku enggak percaya begitu melihat foto Ki Bum saat menjadi model.
“Iya..Kau belum tahu ya?? Dia sekarang udah jadi penyanyi juga. Dan dia juga kan anggotanya SHINee.”
“SHINee?? Aku pernah dengar sih… Tapi aku enggak terlalu tahu.”
“Dan ini saat dia bersama SHINee.”, kata ahjumma menunjukkan foto yang saat itu Ki Bum bersama 4 anggota lainnya.
“Pantas mirip…Ternyata memang dia toh..”, pikirku.
“Kalau di SHINee, dia dipanggil Key.”, jelas ahjumma.
“Oh gitu ya?? Ahjumma, aku pulang dulu ya…Masih banyak kerjaan nih.”
“Oke. Salam sama umma mu ya..”
“Iya..”
Di rumah, aku pun langsung mencari info tentang SHINee, dan hasilnya pun keluar banyak. Aku pun langsung mencopynya dan menyimpan semuanya di dalam laptop kesayanganku.
ONEW
Stage name: Onew (온유 or 温流) (leader)
Birth name: Lee Jinki (이진기)
Birth date: December 14, 1989
Position: Sub vocal, Leader
Height: 177 cm
Interest/Specialty: Piano, Mandarin, Specialty Singing
JONGHYUN
Stage name: Jonghyun (종현 or 鐘鉉)
Birth name: Kim Jonghyun (김종현)
Birth date: April 8, 1990
Position: Lead vocal
Height: 173 cm
Interest/Specialty: Watch Movie,
Singing,Writing lyrics, Mandarin
TAEMIN
Stage name: Taemin (태민 or 泰民)
Birth name: Lee Taemin (이태민)
Birth date: July 18, 1993
Position: Sub vocal
Height: 175 cm
Interest/Specialty: Popping (dance), listening to music, piano, Mandarin
MINHO
Stage name: Minho (민호 or 珉豪)
Birth name: Choi Minho (최민호)
Birth date: December 9, 1991
Position: Rap and sub vocal
Height: 181 cm
Interest/Specialty: Soccer,Basketball singing, English, Mandarin
KEY
Stage name: Key (키)
Birth name: Kim Kibum (김기범)
Birth date: September 23, 1991
Position: Rap and sub vocal
Height: 177 cm
Interest/Specialty: Rap, dance, water skiing, Mandarin, English
“Ternyata, SHINee udah mendunia ya??? Kenapa aku benar – benar buta ya??”, pikirku
Aku pun langsung mengirim sms pada Eun Bin.
‘Eun Biiiiiiiiiiiiiinnnn!!!!! Aku baru tahu kalau Ki Bum membernya SHINee!!! Dan parahnya lagi, ternyata dia malah teman kecil aku…’
‘Mwo?? Serius dia teman kecilmu?? Kok bisaaaaaa!!!’
‘Setelah aku tanya sama ummaku, mereka pindah keluar negeri dulu. Baru, saat SMA mereka pulang ke Korea. Dulu aku dan dia sama – sama tinggal di Daegu. Waktu keluarganya keluar negeri, aku udah ada di Seoul. Jadi ummaku dan ummanya dia lost contact.Nah, baru ketemu lagi sekarang!! Malah orang tuanya tinggal di sebelah aku..Ya..Enggak sebelah banget sih…’
‘Aaaaarrrrrggghhh!!!!! Kau iniiiii…….Sedekat itu, kau bisa enggak tahu kalau teman kecilmu jadi artis??Pabbooooooooo!!!! Kalau gitu…Kau bisa minta kenalan sama member SHINee yang lainnya dooonnggg…’, balas Eun Bin.
‘Idih…Emang kenapa???’,balasku.
‘Iiiihhhh…..Aku tuh naksir sama Jin Ki tahu enggaaaaaakkkk…..’
‘Jin Ki siapa??’, tanyaku.
‘Onew!!! Cari sana di internet!!’
‘Oooooohhh…ara..ara….Hahaha…Kau naksir dengannya???’, balasku setelah mencari fotonya Onew.
‘Iyaa….Hehehe…Mau bantuin kaaannnnn???’
‘Waduh!! Aku kan udah enggak ketemu Ki Bum lagi. Lagian dia kata ummanya udah pulang ke asrama…’
‘Yaahhhh…..’
‘Nanti deh…Aku berencana, minta nomornya Ki Bum, terus aku nyusup dulu ya..*lolz*’
‘Hohoho…Terserah kau deh :P ’
Saat aku bersantai – santai sambil membaca buku, ada panggilan masuk di ponselku.
“nomor siapa nih??”
“Ya??”
“Heh cewek linglung!! Kau udah ingat aku?”, tanya suara itu yang bisa kupastikan itu Ki Bum.
“Hahha…Udah udah…Ternyata kau jadi artis ya sekarang??”
“Begitu lah…Eh, sudah dulu ya…Mau naik stage nih.”, kata Ki Bum.
“Oke Key…”
“Hahaha..dasar..Kau tahu panggilan itu juga…Jangan bilang kau cari di internet…
“Iya memang..”
“Oke, kalau kau sempat, liat TV ya, konsernya live…Sampai nanti..”, kata Ki Bum memutus hubungan. Sedangkan aku pun langsung menyalakan tv yang ada di ruang tengah.
“Lucifer…Kau bukan seperti Ki Bum yang dulu..Kau tampak beda…”, pikirku dengan tersenyum sambil menonton tv.
“Kenapa senyum – senyum??”, tanya umma.
“Enggak apa – apa…Aku hanya ingat dulu, waktu aku dan Ki Bum masih main masak – masakan, sekarang dia malah bisa ada di TV.”
“Oh iya…Eun Bin!! Belum aku sms!!”
‘Eun Bin!! Ada SHINee!!!’
‘Telat!! Aku udah dari tadi..’
“Yaahh…Nih anak, dari tadi duduk depan TV mulu nih.”
Setelah konser, Ki Bum menelponku.
“Kau sedang apa??”, tanyanya dengan terengah – engah.
“Napasmu masih belum stabil udah nelepon. Bodoh kau!!”
“Biarkan saja. Aku dari tadi nanya kau, cewek linglung…”
“Habis mematikan TV.”, jawabku.
“Kau lihat tadi??”
“Ya iyalaaaaaaahhh!! Oh ya, Kau enggak apa – apa kalau rambutmu seperti itu??”, tanyaku.
“Bisa. Kenapa??”, tanya Ki Bum.
“Rambutmu lucu….Aku baru sadar kalau rambutmu sebelah. Habis tadi kau pakai topi sih…”
“Hahha…Tadi enggak kelihatan ya?? Kalau kau mau, kau datang saja ke dorm aku.”
“Hah?? Sekarang??”
“Iya…Memang kenapa?? Enggak boleh sama umma mu??Nanti aku yang bilang.”, kata Ki Bum lagi.
“Tapi aku enggak berani sendirian..”
“Kalau aku yang menjemputmu, nanti ketawan sama media.”, kata Ki Bum.
“Boleh, aku sama Eun Bin??”, tanyaku.
“Boleh saja. Tapi kau harus lewat belakang ya..”
“Repot sekali bertemu denganmu!!”
“Maaafff….”
“Oke..Aku telepon Eun Bin dulu ya…Kau sms aja alamatnya.”
“Oke, nanti aku sms. Biar nanti manager yang atur kalau kalian udah datang. Makanya kasih tahu aku ya, kalau udah mau sampai dorm.”
“Iya, oke.”
Lama sekali, menunggu Eun Bin mengangkat ponselnya, “Eun Bin!! Kau mau ketemu Onew kan??”
“Mau lah… kenapa??”
“Kita ke dorm SHINee sekarang juga!!”
“Hah!! Kau jangan bercanda ya!! Ini sudah jam 8 malam!!”
“Aku serius!!! Sekarang kau ganti baju dan langsung ke rumahku!! Ki Bum udah ngirim alamatnya nih!!”
“Aaaaaaaaaaaaa….iya iya…dadakan sekali sih!!! Kalau aku jelek di depan Onew gimana???”
“Kau memang udah jelek…”
“Sembarangan!!!”, omel Eun Bin.
“Makanya!! Buruaaaannnn!!!”
Setelah menunggu Eun Bin datang, aku pun langsung berangkat ke dorm SHINee. Di jalan, aku sambil ber-sms an dengan Ki Bum.
‘Aku baru berangkat. Oh ya, Eun Bin ternyata fans beratnya Onew oppa.’
‘Oh, Onew hyung…Gampang..Itu bisa di atur…Mau minta apa?? Asal jangan popo..Hahahha’
‘Bisa pingsan kali nih cewek…’, balasku.
“Heh!! Ngomongin apa sih?? Sampai senyum – senyum gitu??”, tanya Eun Bin.
“Enggaaaaaakkk…enggak ada apa – apa…Oh ya, kalau kau udah ketemu Onew, kau mau ngapain??”
“Ngapain ya??? Ngobrol aja udah cukup.”, kata Eun Bin.
‘Ki Bum, aku udah mau sampai nih. Habis itu ngapain.’
‘Kau dimana?’, tanya Ki Bum.
‘Udah di depan dormmu sekarang.’
‘Tunggu situ! Biar manager yang jemput kalian.’
“Ramaaaaaaaaiiiii……..”, kata Eun Bin.
“Wajar..Mereka kan baru pulang.”
“Apa enggak apa – apa nih??”, tanya Eun Bin.
“Aku juga rasanya gimanaaaa gitu…Tapi Ki Bum yang nyuruh.”
“Maaf, kalian Kim Eun Neul dan Kim Eun Bin??”,tanya seorang pria.
“Iya..”, jawabku.
“Lewat sini!”, kata pria itu yang aku pikir manager SHINee.
“Kita lewat mana nih??”, tanya Eun Bin.
“Lewat belakang dorm.”,jawabku.
Setelah sampai di depan pintu, manager langsung meninggalkan kami berdua.
‘Ki Bum…Aku kenapa di tinggal berdua???’
‘Sebentar…Aku buka pintu.’
Pintu pun terbuka sendirinya tanpa ada siapa pun.
“Ki Bum???”, panggilku karena di dalam tidak ada orang satu pun.
“WAAAAAAAAA!!!!!”, teriak Jonghyun mengagetkan aku dan Eun Bin dari belakang pintu.
“GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!”
“Berisiiiiiiiikk!!!!!!”, kata Ki Bum menutup mulutku.
“Ahahhaa…Maaf…Dia pake mega bass teriaknya..”, kata Ki Bum yang tersenyum innocent.
“Ayo masuk – masuk…”, ajak Jonghyun.
“Ayo noona…Enggak usah malu – malu.”, kata Taemin.
“Psst..psst…Tanyain deh…Onew sama Minho mana??”, bisik Eun Bin.
“Eun Bin mau nanya, tapi dia malu..Katanya, Minho sama Onew ke mana??”
“Oh…Ini Eun Bin?? Dia ada kok di kamar…Sepertinya sedang buat lagu.”, kata Jonghyun.
“Minho mana??”, tanyaku.
“Sama. Di kamar juga.”, kata Taemin.
“Oh ya, sepertinya juice yang ada tinggal anggur sama orange.”, kata Ki Bum.
“Kau masih sering minum juice anggur??”, tanyaku pada Ki Bum.
“Haaaahhh…Masih doooooonnnggg!!!”
“Sama aja kau denganku.”
“Onew hyuuuuuunnggg!!!!!!!!! Keluar laaaaahhh….”, teriak Jonghyun.
“Kau seperti manggil jin, oppa..”
“Hahha…”
“Taemin, buku aku ke mana?”, tanya Minho yang keluar kamar.
“Ah! Maaf hyung, ada di sofa.”
“Lain kali, kalau kau mau pinjam, bilang dulu.”, kata Minho.
“”Mian..Mian…”
“Kebiasaan kau Taeminnie!!”, omel Key.
“Hyaaaa..Jeongmal Mianhae….”, kata Taemin dengan innocent.
“Kalian sudah makan?”, tanya Key.
“Udah kok.”
“Tadi sih aku baru masak buat yang lainnya. Sini deh cobain.”, kata Ki Bum, menarikku ke meja makan.
Glek!!
“Kau menyuapiku banyak sekali sih!! Enggak muat tahu!!”, omelku.
“Hahhaa..Maaf…”
“Ternyata, kita main masak – masakan, ada gunanya juga. Hahaha”
“Enak enggak??”
“Yaa..Enak…”
“Haaaaahhh!!! Enggak dapat inspirasi!!!”, kata Onew lesu keluar kamar.
“Hyung! Kau temani dulu nih, temannya Eun Neul.”, kata Jonghyun.
“Kau mau ke mana?”
“Biasa….Sms dia…”, kata Jonghyun yang langsung ke kamar.
“Oppa lagi buat lagu ya??”, tanya Eun Bin memberanikan bertanya.
“Iya nih. Buat iseng – iseng aja
“Apa judulnya??”
“Ada deh!”, kata Onew lagi.
“Susah ya, buat lagu??”
“Yaa…susah – susah gampang sih…Kenapa?? Kau mau belajar ya??”
“Enggak punya bakat.”, kata Eun Bin.
“Sekarang lagi enggak ada inspirasi nih…Eh tapi…Ah! Aku dapat!!”, kata Onew yang langsung menulis di kertas.
Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
“Pak manager, di bawah masih ramai??”, tanya Ki Bum lewat ponselnya.
“Oh, baiklah! Siapkan mobil ya dan mobilnya Onew hyung.”
“Onew hyung! Antar Eun Bin sana!! Aku udah bilang. Masa Eun Bin hanya dengan supirmu saja??”
Aku pun diantar Ki Bum dengan mobil SHINee, sedangkan Eun Bin diantar dengan Onew dengan mobil pribadinya Onew.
“Oh ya, kau udah tahu belum??”, tanya Ki Bum.
“Kalau selama ini, aku selalu mencarimu..”
“Hahha..Ngaco!!”
“Aku serius.”
“Buat apa nyari aku?? Kan di tempatmu banyak cewek lain.”
“Tapi yang sepertimu tidak ada.”
“Maksudmu??”
“Kalau aku bilang, saranghae Kim Eun Neul gimana??”
“Lama tak bertemu, otakmu geser ya??”
“Apa aku terlihat bercanda??”, tanya Ki Bum yang memegang wajahku dengan tangannya.
“Kau habis pegang botol dingin ya?Tanganmu dingin sekali.”, tanyaku.
“Berhentilah bercanda…”
“Justru aku yang harusnya bilang seperti itu.”, kataku
“Look at my eyes.”, kata Ki Bum. Dan saat itu, aku pun langsung memperhatikan mata Ki Bum yang tajam. Dan entah kenapa, aku jadi tidak berani melihatnya lagi kemudian, air mataku mengalir tanpa sebab.
“Kenapa nunduk?? Kau nangis ya??”, tanya Ki Bum.
“Anio…Maaf, aku jadi aneh.”
“Tandanya kau juga punya perasaan yang sama kan denganku.
“Hahaha…Sok tahu kau!”, ujarku sambil memukul Ki Bum dengan tangan kiri dan menghapus air mataku dengan tangan kanan.
“Iya kan?? Mulai sekarang, kau jangan dekat – dekat cowok lain selain aku!”, kata Ki Bum.
“Hatchi!! Hatchi!!”
“Alergimu kambuh ya??”, tanya Ki Bum.
“Dari mana kau tahu??”, tanyaku dengan suara sengau karena flu.
“Dari mana kau tahu??.”,tiru Ki Bum dengan suara sengau juga dan kemudian tertawa.
“Aaaaahhh!!Kau tahu dari manaaa??”
“Dari umma-mu.Kau kedinginan ya??”, kata Ki Bum.
“Sedikit.Ehm, kenapa kita enggak sampai – sampai di rumahku ya?? Kau menculikku ya!!”
“Udah bilang sama umma-mu kali…Kita ke coffee café tempat langganannku ya.”
“Tidak usah..Nanti merepotkanmu.”
“Udah, enggak apa – apa.”, jawab Ki Bum.
“Minum lah.”, kata Ki Bum yang menyodorkan secangkir kopi hangat setelah tiba di coffee café.
“iya, gamsahamnida.”
“Setelah itu, baru kita pulang.”
Tak lama kemudian, kami berdua pulang.
Di Rumah Eun Bin, tiba – tiba saat Eun Bin masih tidur, ada telepon yang masuk. Dengan malas, Eun Bin mengangkat teleponnya, “Hallo?? Ini siapa?”
“Oh, jadi benar ini nomor mu?? Oke deh. Kau ada kuliah hari ini?”, tanya orang itu.
“Ini siapa??”, tanya Eun Bin.
“Ini Onew.”
“Hah?? Jin Ki??!!”, kata Eun Bin kaget.
“Hmm…Panggil aku Onew.”
“Tahu dari mana nomorku??”
“Aku tanya dengan Ki Bum. Aku mau ajak kau jalan hari ini sebagai ucapan terima kasihku karena kemarin kau temani aku buat lagu.”
“Tapi aku ada kuliah siang. Paling bisa sore.”
“Jam berapa?”
“Jam 3 sudah selesai kok.”
“Oke, jam 3 aku ke kampusmu ya.”
“Tapi..Apa kau enggak apa – apa?”
“Aku menyamar…Hahahaha”
“Dasar. Ya sudah kalau begitu.”
Eun Bin pun langsung sms Eun Neul, ‘Hey, kau tahu enggak?? Masa Onew ngajak aku jalan.’
‘Heh?? Yang benar??? Kapan??’
‘Nanti sore, pulang kuliah.’
‘Ngapain kau sms aku?? Nanti kan juga ketemu.’
‘Iya ya?? Enggak apa lah. Hohoho’
Di kampus, Eun Neul udah bertemu dengan Hye Ae dan Hye Jae.
“Ae…”, panggilku.
“Eh, tumben udah datang..Sini sini duduk.”, kata Ae.
“Iya. Eh kemarin aku ke dormnya SHINee sama Eun Bin.”, ceritaku.
“Aku sama Jae mah udah sering.”
“Hah?? Maksudmu??”
“Upps..”
“Maaf, aku dan Jae sebenarnya ada hubungan dengan mereka.”
“Apaan??”, tanyaku penasaran.
“Jae ini pacarnya Minho. Sedangkan aku, pacarnya Jong.”
“Mwo?? Yang benar saja..Jadi kalian selama ini menyembunyikannya dari aku dan Eun Bin?”
“Iya…Miaaannn…”
“Kata Minho, kau ini sebenarnya teman kecilnya Ki Bum ya?”, tanya Jae.
“Iya…Tapi aku lupa kemarin. Habis, dia beda banget sih.”
“Kau jadian dengannya??”, tanya Ae.
“Ng…..”
“Iiihh…Kok bisa jadian sih???”, tanya Jae,
“Aku enggak tahu…Itu terjadi begitu saja. Aku aja kaget waktu Ki Bum bilang begitu. Oh ya, Eun Bin katanya mau jalan sama Onew hari ini pulang kuliah.”
“Hah?? Yang benar?? Kita makeover aj yuk!”, kata Ae dengan semangat.
“Kau emang bawa make up??”, tanya Jae.
“Bawa. Di tas.”, kata Ae yang selalu ada peralatan makeup di tasnya.
Tak lama kemudian Eun Bin datang dengan wajah ceria.
“Ehem..Yang mau jalan…”, ledek Jae.
“Apaan sih eonn….”, kata Eun Bin sambil melempar daun ke wajah Jae.
“Eh ya, tungguin teman aku dulu ya.”, kataku.
“Siapa??”, tanya Ae.
“Ji Woo. Dia junior kita sih.”,ucapku singkat.
“Haha?? Cowok??!!”
“Sembarangan! Dia cewek tahu!!!”
“Nama panjangnya??”
“Park Ji Woo.”
“Tuh kan…Kayak nama cowok.”, sahut Jae.
“Dia cewek tahuuuuuu….”
“Eh tuh dia!! Ji Woo!!!!”, panggilku sambil melambaikan tangan.
Seorang cewek berambut panjang dengan t-shirt berwarna putih menghampiriku.
“Eh eonni….Bawa flashdisknya enggak??”, tanya Ji Woo.
“Bawa kok. Tenang aja. Oh ya, ini temanku.. Ini Eun Bin, ini Ae, dan ini Jae.”
“Hai…Ji Woo.”, kata Ji Woo sambil bersalaman.
“Bagi sms dong.”, ucapku yang sering pakai ponsel Ji Woo.
“Sms siapa?? Nieh..”, kata Ji Woo memberikan ponselnya.
“Ada deh..Woooww….Wallpapernyaaaaaaaaa….”
“Kenapa??”
“Suka Taemin??”
“Banget! Malah pengin aku jadiin pacar!!”, seru Ji Woo.
“Nih..Manusia ini malah mau jalan sama Onew.”, kataku menunjuk Eun Bin
“Eonni kenal mereka?”
“Dia teman kecilnya Ki Bum, sekaligus pacarnya.”, sambung Ae.
“Yang ngomong barusan, pacarnya Jong, yang di sebelahnya, pacarnya Minho.”, kataku menimpali.
“Aigoo….Kok bisa sih?!!! Mau sama Taemin….”
“Nanti, aku tanya dulu sama orangnya. Kita masuk kelas dulu ya…”, kataku sambil mengajak lainnya masuk kelas.
“Aduuuhh….Bosaaaaannn…Kapan selesainya sih ini???”, keluh Eun Bin.
“Sebentaaaarr…Paling 5 menit lagi selesai. Kau enggak sabar mau jalan sama Onew.”, kata Jae yang duduk di sebelah Eun Bin.
“Iya…”
“Eh, nanti kau jangan langsung pergi ya…Kita mau ada surprise untukmu!”, kata Jae.
“Apaan??”
“Ada deh…Nanti saja.”
Akhirnya, kelas selesai juga. Dan Eun Bin langsung di tarik oleh Jae ke mobil dan Ae langsung mendandani Eun Bin yang mau jalan.
“Iiihh…Apa – apaan sih ini!! Aku enggak mau menor !!”, omel Eun Bin.
“Udah…Diam saja. Enggak menor kok..”, kata Ae.
“Itu kepanjangan kali..”, kataku.
“Enggak emang begitu. Oke! Selesai..Nih liat cermin.”
“Emang bagus kalau begini?”, tanya Eun Bin.
“Bagus kok.”, kata Jae.
Lalu, ponsel Eun Bin berdering, lagu Super Junior yang berjudul It’s You pun memenuhi mobil.
“Kau dimana??”
“Oppa…Sebentar ya..”
“Mobilmu, parkir di depan mobilku ya??”
“Eh, ini bukan mobilku. Tapi mobilnya temanku.”
Dan ternyata, enggak hanya Onew saja. Tapi Jong, Minho dan Ki Bum pun ikut. Seperti biasa, Ki Bum mengenakan topi, kacamata dan jaket hitamnya. Sedangkan Jong, mengenakan jaket yang ada tudung di kepalanya. Minho, keluar dengan kacamata hitamnya. Mereka semua berjalan ke arah mobilnya Jae dan Ae.
“Kenapa ada di sini??”, tanya Ae pada Jong.
“Aku ingat, kalau Eun Bin satu kampus denganmu. Ya sudah aku ke sini saja sekalian yang lainnya.Ehm..Kita jalan juga yuk!”, ajak Jonghyun yang langsung menggenggam tangan Ae.
Sementara itu, Jae tampak sedang mengomeli Minho sedikit, “Kau bisa berhenti pakai flamming charismamu enggak sih?? Aku mau pingsan tahu.”
“Aku tahu, kau lemah dengan ini kan??Hahhaha…Kau mau kita ke mana hari ini?”
“Terserah saja.”
“Eun Bin, kau lapar?? Kita cari makanan saja ya.”, kata Onew sambil menarik Eun Bin.
“Eun Neul, aku sudah buatkan makanan loh. Ke mobil saja ya..Aku akan menyuapimu.”
“Eh..eh..Iya tapi mereka….Aku bisa makan sendiri….Enggak usah disuapi.”, kataku dengan wajah memerah.
“Udah ada masing – masing.”, kata Ki Bum yang langsung mendorongku ke mobil mereka.
“Eh, kau mau kita kemana? Mumpung aku senggang.”, kata Ki Bum.
Saat Eun Bin jalan dengan Onew, eun Bin kaget karena saat itu Onew memegang tangannya dengan erat.
“Bagaimana kuliahmu hari ini?”, tanya Onew membuka pembicaraan.
“Baik –baik saja kok. Oh ya, lagu yang udah benar tuh?”, tanya Eun Bin.
“Udah kok. Tenang saja.”
“Ih…Lucunya boneka ini…”, kata Eun Bin ketika mereka melewati sebuah toko.
“Kau mau?? Aku belikan…”, kata Onew.
“Memang oppa mau beliin aku ini??”, tanya Eun Bin sambil menunjuk boneka ikan.
“Ayo kita masuk!”, kata Onew menarik Eun Bin.
“Pilih yang kau mau.”, kata Onew lagi.
“Aku yang ini saja..”, kata Eun Bin mengambil boneka ikannya.
Di lain tempat
“Hey, berhentilah memandangiku Jong…”, kata Ae.
“Kau tahu kenapa aku enggak berhenti memandangimu? Kau sangat cantik dari samping..”
“Huuh…Enggak berlaku bagiku.”, kata Ae.
“Kau sudah makan siang??”
“Belum.”
“Oke, kita makan siang saja yuk!”, ajak Jonghyun.
Di parkiran mobil, Jae tampak mengeluh, “Haahh…Semuanya pergi…”
“Lalu??”, tanya Minho sambil menatap Jae.
“Enggak seru!”, kata Jae duduk di bagasi mobil yang terbuka.
“Biarkanlah mereka..Memang kenapa sih?”,tanya Minho lagi yang masih menatap Jae.
“Kau kenapa oppa??”, tanya Jae yang sadar kalau Minho dari tadi terus memandanginya.
“Enggak apa – apa. Memang kenapa??”
“Kau jangan memandangiku teruuuuuuusss!!!!”, kata Jae menutup mata Minho dengan kedua tangannya.
“Hey! Aku enggak bisa melihat wajahmu!!”
“Biarin! Pokoknya dilarang liat – liat!!”
Saat makan di mobil milik SHINee, Ki Bum terus mengoceh tentang kesehariannya saat bersama SHINee. Dan saat itu, aku langsung memotong pembicaraannya, “Aku jadi mengantuk.”
“Apa?? Kau ngantuk?? Bagaimana kau ini sebagai cewek? Tidur jam berapa kau?? Kenapa bisa tidur larut malam?? Itu enggak baik untuk kesehatanmu. Mulai sekarang, kau harus tidur jam 9 malam paling lama. Kecuali kau harus mengerjakan semua tugas – tugasmu. Tapi enggak boleh malam – malam juga sih.”
“Kim Ki Bum aka Key…Kapan kau berhenti ngomel hah?? Telingaku panaaaaasss!! Dan sekarang aku bosan!”
“Kau bosan ya??”, tanya Ki Bum murung.
“A..a..Bukan begitu maksudku…”
“Kalau begitu….Terima ini!! “, kata Ki Bum yang mengelitikiku sampai mobilnya bergoyang.
“Hyaaaa…Ki Bum!! Kau gila ya!! Kau tahu kan..Hahhaha…Kalau aku..Kyaaaaaa…enggak tahan geli!!”
“Memang sengaja!”
“Kau menyebalkaaannn!!!”, kataku yang langsung membalas Ki Bum dengan kelitikan juga.
“Ahhaaha….Sudaaaahh!!!”, kata Ki Bum yang meminta ampun padaku.
“Kau ini!! Aku enggak terimaaa!!”
“Enough!! Rambutkuu!!”
“Saat – saat seperti ini kau masih memikirkan rambut?? Aww!!”, tanyaku yang kemudian aku memegangi kepalaku yang tiba – tiba pusing.
“Kau kenapa??”, tanya Ki Bum sambil merapikan rambutnya.
“Enggak tahu. Pusing banget!”
“Kita pulang saja ya…Ayo aku antar..”
“Aku maunya naik bus saja.”
“Ya sudah… Aku sms yang lainnya dulu.”
DI saat aku pusing, Ki Bum juga masih sempat mengoceh,” Kau sering membersihkan rumahmu kan??? Jangan sampai kotor kalau punya rumah.”
“Iya iya..”, ucapku yang kemudian tanpa sadar tertidur dan KI Bum pun hanya memandangi Eun Neul yang tertidur dengan tenang.
“Aku ngantuk.”, kata Jae waktu bersama Minho di mobilnya.
“Tidurlah!”, kata Minho yang menyuruh Jae tiduran dipangkuannya.
Tidak terasa, sudah pukul 5 sore. Aku ternyata sudah di kamarku saat aku terbangun.
“Umma, siapa yang bawa aku??”
“Ki Bum. Umma kaget, habis dia datang menggendongmu di punggungnya.”
“Terus dia mana?”
“Pulang.”
“Yaaahhh…”
‘Ki Bum, thanks buat hari ini.’
‘Iya. Istirahat ya.’
“Sampai kapan aku menyembunyikan ini dari semua orang???”, pikirku sambil mengambil surat dari rumah sakit.
“Sisa aku hanya…3bulan lagi?? Kenapa aku yang harus kena kanker otak??”, ucapku mencoret kalender.
‘Hey, lusa aku mau take scene untuk album aku nih.’, kata Ki Bum di sms.
‘Apa judulnya?’
‘Hello.’
‘oooohh….’
‘Jangan beri tahu siapapun yaa…’
‘Oke..’
‘Oh ya, tahun baru ini kau mau ngapain? Ada acara?’
‘Aku di rumah saja.’
‘Aku malah mau ada pemotretan juga buat kalender.’
‘Kau sibuk ya??’
‘Begitulah…Kau mau ikut ?’
“Enggak…nanti malah buat repot.’
Keesokan harinya, karena aku sangat sakit, aku mengabaikan semua pesan dan panggilan yang ada di ponselku. Aku melihat, Ki Bum sudah mengirimiku 3 sms dan 20 kali menelponku. Saat ini Ki Bum main ke apartementku dan langsung masuk ke kamarku.
“Surat rumah sakit?? Ini apa??”, tanya Ki Bum
“Jangan!!”. Tapi usahaku melarangnya membaca surat itu sia – sia. Raut wajah Ki Bum langsung marah denganku tapi dia juga tampak ingin menangis.
“Selama ini kau menyembunyikannya dari semuanya??!!”
Aku pun hanya bisa terdiam dan kemudian aku berkata, “Aku enggak mau merepotkan semuanya. Bahkan kau. Kau terlalu baik padaku. Semuanya..Teman – teman.”
“Siapa yang tahu hal ini??”
“Cuma Eun Bin dan adik angkatku Ji Woo.”
“Bahkan umma-mu, Jae dan juga Ae juga tidak tahu?? Kau kelewatan!!”, kata Ki Bum memelukku.
“Aku enggak mau semuanya khawatir..”, kataku sambil menangis.
“Ayo, kita bilang pada ummamu sekarang!”
“Aku enggak mau!!”, kataku bertahan sambil memegangi lemariku.
“Kau harus memberi tahunya!!”, kata Ki Bum menarikku.
“Kalian kenapa??”, tanya ummaku.
Di ruang tengah.
“Umma sebenarnya juga udah tahu. Tapi umma sengaja enggak bilang padamu. Bahkan eonni mu juga udah tahu. Makanya umma sering ngomel karena kau enggak makan, umma juga khawatir. Apa lagi setelah umma tanya pada doktermu. Dan sekarang juga umma udah menghubungi teman umma yang dokter juga untuk menanganimu. Kau akan operasi dalam minggu ini.”
Lalu entah bagaimana caranya, Jae, Ae, Eun Bin, bahkan Ji Woo juga ke rumahku karena hari ini aku tidak masuk kuliah.
“Kami udah tahu kondisi kau sebenarnya dari Eun Bin. Tapi kami enggak mau terlalu memaksamu. Dan kami juga tahu kalau kau akan operasi minggu ini dari ummamu.”, kata Jae.
“Eonni…Eonni berjuang ya…”
“Besok kau harus bed rest. Enggak boleh kemana – mana.”, kata umma.
Lalu setelah menjengukku, semuanya pulang kecuali Ki Bum.
“Anak SHINee yang lainnya juga menitip salam padamu dan bilang kalau kau harus cepat sehat. Ini Jongyun hyung sms aku.”
“Key…aku mau bilang sama kau.”
“Tumben kau panggil aku Key.”
“Sengaja. Saat saat terakhir.”
“Bicara apa kau??!!”, omel Key.
“Kita keluar yuk! Ke taman dekat apartement aku.”, ajakku.
“Ini sudah malam.”, kata Key.
“Enggak apa.”
Setelah di taman, aku ingin mengatakannya, tapi di satu sisi, aku juga masih menyayanginya. Dan ini yang membuatku menangis.
“Aigoo..Sayangku…Jangan menangis..”, kata Ki Bum memelukku.
“Key, aku…Mau, kita putus…”, kataku sambil menangis.
“Hey! Jangan bercanda!!”, kata Ki Bum yang langsung memegang kedua bahuku yang saat itu aku hanya tertunduk sambil menangis.
“Aku serius Key..Aku mau kita putus!”
“Kenapa kau mau kita putus?? Aku enggak akan melepaskanmu Eun Neul.”
“Berdasarkan informasi, kalau aku operasi, kemungkinanya hanya 50:50. Aku enggak mau kau sedih.“
“Aku enggak peduli mau berapa persen kemungkinannya!”
“Maaf..Aku mau hubungan kita sampai di sini saja.”, kataku sambil melepas tangan Ki Bum dan meninggalkannya.
“Maafkan aku Ki Bum…”Isakku setelah di kamarku.
Dan saat ini aku hanya bisa menangis sambil menatap foto aku dan Ki Bum yang ada di meja belajarku. Saat aku menangis, kepalaku juga sangat sakit yang menyebabkan wajahku merah sekali.
Keesokan harinya, aku sudah masuk ke rumah sakit. Karena besok aku akan operasi. Hanya Eun Bin, Jae, Ae, dan Ji Woo yang aku bolehkan menjengukku.
“Kau putus dengan Key?”, tanya Eun Bin
“Iya. Aku enggak mau dia pacaran dengan cewek sekarat.”
“Bodoh kau!! Dia bilang dia akan menemanimu kan?? Kau bisa membuat aku dan Ji Woo jadi pacar Onew dan Taemin. Tapi kau malah putus dengannya!!”
“Ji Woo pacaran dengan Taemin??”, tanyaku enggak percaya.
“Iya!! Kau mending sekarang balikan deh sama Key!!”
“Enggak! Aku yang mutusin, aku yang minta balikan…Aneh!!”
“Kenapa kau enggak mau dihubungi Key sama sekali??”
“Aku enggak mau dia berharap denganku. Kau baca saja smsnya tuh.”
‘Apakah kau enggak mau bertemu denganku?? Aku merindukanmu. Aku enggak bisa membiarkanmu pergi.’
“Heh bodoh!! Dia sayang denganmu..Tapi kau malah seperti ini…”
“Udah lah!! Jangan bahas dia lagi…”
“Kau menyayanginya kan??”
“Sok tahu kau!”
“Buktinya, kau menyimpan fotomu dan dia di ponselmu.”
“Itu belum kuhapus.”
“Alasan kau…Aku pulang ya…”
“Ya..”
“Haaaahh….sayang sekali kalau rambut panjangku aku potong ya…”, ucapku memegang rambutku.
Ponselku kembali berdering dari Ki Bum. Sengaja enggak aku angkat. Tapi, aku sebenarnya juga masih sayang dengannya. Aku pun tertidur karena efek obat yang diberikan. Saat aku bangun, hari sudah malam, pukul 8 malam. Karena ada TV di kamar rawatku, aku pun menyalakannya. Dan tidak sengaja, saat itu adalah acara konser SHINee lucifer.
“Ki Bum…Kau sangat profesional…Meskipun kau sedih, kau ceria saat konser.”, batinku.
Setelah konser, ada wawancara sedikit antara MC dengan SHINee. Saat itu Ki Bum tanpa sengaja menunjukkan ekspresi sedihnya, walaupun dia tutupi dengan senyumannya. Dan entah kenapa air mataku pun mengalir saat melihat Ki Bum memaksakan diri tersenyum. Tak terasa, aku pun tertidur kembali.
Di alam bawah sadarku, aku bermimpi kalau aku mati. Dan saat itu semuanya menangis. Bahkan Ki Bum menangis sambil memeluk jasadku. Saat itu tepat tanggal 01 Januari. Dan kemudian aku terbangun karena mimpi aneh itu. Saat aku bangun, rupanya hari sudah pagi. Aku operasi pukul 2 siang di tanggal 27 Desember.
Setelah makan dan meminum obat, aku pun istirahat untuk operasiku nanti siang. Kakakku, dan ummaku juga ada saat itu menjagaku. Pukul 11 semuanya mempersiapkan untukku operasi. Jauh di lubuk hatiku, aku takut mimpiku kejadian. Aku belum mau mati! Lalu Teman – temanku datang untuk memberikanku support. Bahkan SHINee ikut datang tanpa Ki Bum. Mereka menunjukkan ID mereka pada security rumah sakit dan diperbolehkan masuk karena mengetahui professi mereka dan security itu juga di minta oleh manager SHINee untuk tidak memberi tahu siapa pun. Pukul 1 siang, aku akan masuk kamar operasi. Dan saat itu aku samar – samar melihat pria yang berlari ke arahku. Ternyata itu Ki Bum.
“Meskipun kau enggak mau melihatku lagi, kau janji ya, kau harus kembali lagi tanggal 01 Januari!!”
“Kalau aku masih ada umur.”, jawabku tersenyum.
“Kau janji!!”
“Ya.”, jawabku singkat.
Operasi pun dimulai. Semua teman – teman, keluarga, SHINee menunggu kabar di ruang tunggu eksklusif dari Eun Neul yang sedang di operasi. Operasi berlangsung selama 5 jam. Di ruang operasi, ternyata Eun Neul sempat mengalami gangguan pernapasan hingga detak jantungnya berhenti sesaat. Tapi berkat alat pemacu jantung, jantungnya bisa berdetak kembali. Dengan cemas, semuanya menunggu sambil sesekali melihat ke arah ruang operasi berharap seorang dokter keluar untuk memberitahukan kabar.
“Dia pasti kembali.”, kata Onew menyemangati Ki Bum yag duduk dengan lemas.
“Ya hyung..”
“Kita berdoa saja, supaya semuanya lancar.”, ajak Minho.
Pukul 7 malam, seorang dokter keluar dari ruang operasi. Ummanya Eun Neul pun langsung menanyai kabar anaknya di dalam.
“Anaknya sekarang kondisinya sudah stabil. Sempat berhenti tadi detak jantungnya. Tapi kini sudah normal kembali.”
Setelah Eun Neul dipindah ke ruang rawat, hanya diperbolehkan satu orang saja yang menjaganya. Ummanya Eun Neul, mempercayakan anaknya pada Ki Bum. Dan malam itu, Ki Bum lah yang menjaga Eun Neul sampai ia sadar. Sementara yang lainnya pulang.
Keesokan paginya, Eun Neul sudah sadar yang masih menggunakan alat bantu pernapasan.
“Eun Neul, kau sudah sadar sekarang!”, kata Ki Bum ketika melihat Eun Neul membuka matanya.
“Ki…Bum…”, ucap Eun Neul lemah.
“Iya..Ini aku…Kau istirahat dulu…Jangan terlalu banyak bicara.”, kata Ki Bum.
Lalu seorang dokter dan perawat masuk ke ruang rawat Eun Neul untuk memeriksa kondisinya.
“Kondisinya semakin membaik.”, kata dokternya sementara perawatnya mencatat perkembangan kesehatan Eun Neul.
“Kapan bisa dibuka alat pernapasannya??”, tanya Ki Bum.
“Kalau enggak besok, lusa bisa di buka. Perkembangannya sangat baik. Mungkin dia punya janji dengan seseorang yang memacunya untuk memulihkan kesehatannya.”, kata dokter.
Setelah ummanya Eun Neul dan kakaknya datang, Ki Bum bisa pulang untuk mengurusi SHINee.
Sementara itu di dorm SHINee
“Bagaimana Eun Neul??”, tanya Onew.
“Kata dokter sudah lebih baik sekali. Kalau enggak besok lusa, semua alatnya bisa dibuka.”, cerita Ki Bum.
“Cepat sekali ya!”, kata Jong.
“Ya..Begitulah..Penjelasan dokter.”
SHINee kembali ke pemotretan untuk kalender dan juga lainnya. Sementara itu, di rumah sakit, Eun Neul diharuskan istirahat terus hingga esok hari agar semua peralatannya bisa dilepas.
Tidak terasa sudah tanggal 30 Desember, dokter memutuskan untuk melepas semua peralatan karena melihat kondisi Eun Neul sudah semakin membaik, dan bahkan kini Eun Neul sudah bisa bercerita walaupun masih lemah.
“Kau mau Key ke sini??”, tanya Eun Bin.
“Enggak usah. Pasti dia juga sibuk.”
“Dasar kau ini…”
“Eun Neul, kau bisa pulang tanggal 31 nanti.”, kata ummaku.
“Jinja???”
“Ya…Kau senang kan??”
“Iya, umma…Senang!!”
Di lain tempat, Ki Bum, Jong, Onew, Minho,Taemin, Jae, Ae, Ji Woo malah sibuk mempersiapkan kejutan kecil karena tahu kalau Eun Neul akan pulang dari rumah sakit tanggal 31 Desember.
“Pas sekali!! Langsung tahun baru!!”, kata Taemin.
Ki Bum sibuk menyiapkan daftar makanan yang akan dia masak, Onew dan Jong, membeli dekorasi untuk dipasang. Sedangkan Taemin membeli kembang api untuk dipasang nanti.
Dan teman – teman Eun Neul yang lain, malah mengalihkan perhatan Eun Neul agar tidak memikirkan situasi sekarang. Hari ini mereka sengaja memasang dvd drama korea di TV yang ada di kamar rawatku. Waktu ternyata cepat sekali berlalu, sekarang sudah malam dan teman – temanku sudah pulang. Sedangkan aku harus tidur untuk memulihkan kesehatan.
Ternyata di rumah Eun Neul, semuanya menyiapkan untuk esok pagi, karena besok Eun Neul akan pulang. Ki Bum sibuk memasak di dormnya. Sedangkan lainnya, mendekorasi rumah Eun Neul untuk pesta selamat datang.
“Haah!! Ini sudah siap..Jadi besok tinggal di bawa ke apartement saja.”, gumam Ki Bum.
Di apartement Eun Neul, saat Taemin meletakkan hiasan di atas atap, dia terjatuh. Dan saat terjatuh, dia masih sempat – sempatnya bertanya pertanyaan konyol, “ Apa semua balonnya selamat?? Enggak kedudukan aku kan??”
“Chagiyaaaaa!!! Kau bagaimana sih!! Udah jatuh, masih sempat nanya balon…”, omel JI Woo.
“Hahaha…Habis kan sayang kalo balonnya pecah.”
Keesokan harinya setelah check up yang terakhir oleh dokternya, Eun Neul bisa pulang. Teman – teman Eun Neul datang untuk menjenguk Eun Neul terakhir kali di rumah sakit. Canda dan tawa sekarang sudah memenuhi ruang rawatnya.
“Hey, aku kan download semua konsernya SHINee..”, kata Jae.
“Niat sekali kau…Kau nge-fans banget ya sama Minho??”, tanya Ae.
“Hahaha…Iya…Eun Neul, kau mau enggak??? Nanti aku copy ke flashdiskmu.”
“Boleh – boleh… Copy semua yaaaa…..Hahaha”
“Kau udah balikan kan sama Key??”, tanya Ae.
“Enggak tahu.”, jawabku.
“Dasar aneh kau! Harusnya kau senang, Key perhatian denganmu…Kau malah minta putus dengannya.”
“Ahahaha….Kan aku minta putus juga ada sebabnya…”, ucapku.
“Kau pulang kapan?”, tanya Jae.
“Katanya nanti jam 9. Entah apa yang menahanku di sini hingga malam nanti.”
“Kesehatanmu lah!! Apa lagi??”, sambung Ae.
Dan kemudian, mereka mereka berdua pulang pukul 4 sore. Dan sekarang ummaku dan eonniku yang datang.
“Bagaimana kondisimu sekarang??”, tanya umma.
“Baik…Kata dokter, jam 9 malam sudah bisa pulang.”
“Baguslah…”
“Nanti katanya Ki Bum yang mau menjemputku.”
Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Umma dan eonni mengurus administrasi. Sedangkan Ki Bum sudah di rumah sakit dan ke kamar rawatku. Dia menjemputnya dengan mobil sedan pribadinya berwarna hitam.
“Kenapa yang lainnya enggak ke sini ya??”, tanyaku sambil turun dari tempat tidur rumah sakitku.
“Mungkin mereka sibuk..”, kata Ki Bum.
“Begitu ya??? Ya sudah lah…”
“Eun Neul, umma dan kakakmu, pulang duluan, masih harus dibereskan di rumah. Kau bisa kan tolong anta Eun Neul pulang??”, kata umma apdaku dan Ki Bum.
“Ne! Bisa.”, kata Ki Bum.
Aku pun pulang pukul 9:30 malam diantar oleh Ki Bum. Dan ternyata, di rumah sudah ada teman – teman, SHINee, umma dan eonniku yang menyambutku.
“Hoaahhh!!! Kalian buat ini??”
“Iya…sengaja…”
“Jangan bilang kau juga ikutan??”, tanyaku pada Ki Bum.
“Iya dong.. Kita makan yuk!!”, kata Ki Bum.
“Makan apa??”
“Masakanku.”, kata Ki Bum singkat.
Dan semuanya ikut makan masakan Ki Bum.
“Sekarang jam berapa?”, tanya Jong.
“Jam 11.”, sahut Onew.
“Hey!! Sebentar lagi tahun baru..Kau tidak dengar di luar sudah ramai??”, kata Minho.
Dan kita semua pun langsung ke atap apartement sambil membawa kembang api untuk dinyalakan. Ki Bum bahkan bawa jaket yang besar untuk menutupiku yang pasti akan kedinginan.
“Jam 11:55”, kata Taemin.
“Nyalain..Nyalain!!”, seru Ae, Jae, dan Ji Woo.
“Aku pasang yang ini..”, kata Eun Bin.
“Kau suka kembang api kan??”, tanya Ki Bum padaku.
“Iya…”, jawabku tersenyum.
“5…4…3…2…1…HAPPY NEW YEAR!!!!!!”, seru orang – orang.
Kembang api pun menghiasi langit malam saat itu. Tak ketinggalan suara terompet dan teriakan orang – orang sekitar apartement dan bahkan orang yang juga berada di atap apartement saat itu.
-THE END-
By: Seu Liie Hanazaki LASS AM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar